IKUTAN DAPETIN GIVEAWAY
GRATIS DI MEDIATIZEN.COM

MAU DONG!

Jan 22, 2020 - 08:34
post image

Terpapar Virus 'Misterius' Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Virus ini dianggap berbahaya karena sudah menyebabkan kematian, menjangkiti banyak orang dan tersebar di Thailand dan Jepang.


Sebaran penyakit misterius di Wuhan, China membuat banyak negara waspada. Virus ini membuat penderitanya mengalami infeksi yang mirip pneumonia. Pada 16 Januari 2020 dilaporkan ada dua orang penduduk Wuhan meninggal karena virus tersebut.


Sementara ada lima orang yang sampai memasuki tahap kritis. Awalnya, tim medis setempat tak mengetahui secara jelas pemicu utama penyakit yang menulari banyak orang tersebut.


Setelah diteliti ternyata penyakit pneumonia atau sesak napas disebabkan oleh virus corona. Virus ini dianggap berbahaya karena sudah menyebabkan kematian, menjangkiti banyak orang dan tersebar di Thailand dan Jepang.


Berbagai negara, termasuk Indonesia akhirnya mengeluarkan peringatan terkait penularan virus pada warganya yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang diketahui terpapar virus corona. Virus tersebut dianggap berbahaya dan sangat menular.


Apa Itu Virus Corona?

Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Devia Irine Putri, virus ini sebenarnya masih satu keluarga dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).


Kata corona pada virus tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Dinamakan corona sesuai dengan bentuk virus tersebut yang jika dilihat menggunakan mikroskop tampak seperti mahkota.

Virus corona pertama kali diisolasi pada 1965. Virus ini diambil dari cairan hidung seorang anak dengan gejala pilek. Biasanya, pilek disebabkan Rhinovirus atau virus influenza. Sayangnya, sampai saat ini dokter masih sulit untuk membedakan antara gejala infeksi rhinovirus, virus influenza, dan coronavirus.


" Coronavirus ini menyerang ke pernapasan. Jadi penyakit ini seperti flu tapi versi yang parahnya kalau bisa dibilang," kata dr. Devia Irine Putri.


Sesak Napas Parah

Awalnya, virus corona itu ditularkan dari binatang ke manusia.ke orang. Biasanya binatang yang dimaksud adalah dari kucing. Namun, diketahui kalau virus corona saat ini mulai menular dari manusia ke manusia.

Terkait gejalanya, corona virus menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk. Hanya saja, virus ini biasanya menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas. Jika kondisinya sudah parah bisa menyebabkan pneumonia, infeksi di paru-paru hingga kematian.


" Karena mirip flu biasa, penyakit ini sangat berbahaya. Kita biasanya tidak tahu terkena corona atau tidak. Kalau benar-benar terkena, harus segera diisolasi karena takutnya terjadi penyebaran," pesan dr. Devia.


Untuk mencegahnya, hindari pergi ke negara yang sedang terpapar virus. Pastikan cuci tangan, jaga kebersihan, dan gunakan masker.


Cara Indonesia Cegah Masuknya Virus Corona Jenis Baru

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, mengimbau jajarannya untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. Virus jenis baru ini yang menyebabkan MERS dan SARS itu pertama kali dideteksi di Wuhan, China bagian tengah.


Terawan juga meminta semua pintu masuk ke Indonesia, seperti bandara dan pelabuhan, dijaga ketat. Sehingga, kondisi kesehatan orang yang masuk ke Indonesia bisa terpantau. " Semua bandara, semua pelabuhan, dijaga ketat,".


Menurut Terawan, virus mematikan itu sudah masuk ke Bangkok, Thailand, hingga Jepang. Sehingga dia terus memberikan peringatan kepada jajarannya agar tidak lengah. " Ini warning terus. Saya giatkan karena itu penularannya paling cepat kalau model SARS kaya begitu," ucap dia.


Meski demikian, dokter pensiunan TNI itu belum mengetahui cara menyebarnya virus tersebut. " Model pneumonia dari Wuhan itu modelnya yang mana kita belum tahu. Tapi paling tidak kita harus mewaspadai karena itu bisa berbahaya," kata dia.


Virus Misterius Menyebar di China, Asia Waspada

 Sejumlah negara di Asia memperketat bandar udara internasionalnya. Kondisi ini dilakukan setelah otoritas kesehatan China melaporkan 44 kasus 'pneumonia virus yang tidak diketahui asalnya`.


Yuen Kwok-yung, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Hong Kong, mengatakan, infeksi virus di Wuhan tampak mirip dengan wabah flu burung 1997 dan epidemi SARS di Cina. Dia mengatakan ada kemungkinan bahwa hewan juga membawa virus dalam wabah terbaru.


" Saat ini kami masih belum mengidentifikasi sesuatu yang signifikan," kata Yuen yang mendesak masyarakat untuk tidak khawatir, dilaporkan Nikkei, Senin, 6 Januari 2020.


SARS, atau sindrom pernafasan akut yang parah, yang muncul di Cina selatan pada akhir 2002, menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan membunuh 775 orang di seluruh dunia..


Saat ini, Hong Kong, Makau, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia mengambil langkah-langkah darurat. Termasuk kontrol kesehatan yang lebih ketat di perbatasan dan pemeriksaan suhu penumpang semua penerbangan dari Wuhan, di provinsi Hubei, China, tempat wabah itu bermula.


Pejabat China mengatakan, sebanyak 11 pasien berada dalam kondisi kritis dengan gejala infeksi saluran pernapasan, termasuk demam dan kesulitan bernafas.


Sementara itu, otoritas kesehatan di Hong Kong bersiaga siaga tinggi menyusul lima kasus pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan demam setelah mengunjungi Wuhan, sekitar empat jam dengan kereta api dari Hong Kong.


Dua dari pasien telah keluar dari rumah sakit setelah pemulihan penuh. Hasil tes pasien ketiga negatif SARS, influenza, dan flu burung. Dua lainnya sedang menunggu hasil tes.


" Tidak ada kasus pneumonia serius yang terkait dengan wabah Wuhan telah dilaporkan di Hong Kong sejauh ini," kata Sophia Chan, Sekretaris Kementerian Pangan dan Kesehatan Hong Kong, Kamis, 2 Januari 2020.


Pencegahan Pemerintah Sejumlah Negara

Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan pencegahan, termasuk memasang sistem pencitraan termal tambahan di Bandara Internasional Hong Kong. Selain itu, pemerintah Hong Kong meningkatkan langkah-langkah untuk membersihkan dan mendisinfeksi kereta ekspres yang masuk dan pesawat dari Wuhan.


" Investigasi masih dilakukan dan pihak berwenang belum dapat mengkonfirmasi patogen apa yang menyebabkan penyakit ini," seorang penasihat senior Organisasi Kesehatan Dunia di China.


Di Taiwan, pihak berwenang telah meningkatkan upaya penyaringan perbatasan penerbangan dari Wuhan. Sementara itu, otoritas Bandara Changi Singapura, mengawasi para pelancong yang datang dari Wuhan sejak Jumat, 3 Januari 2020. Kementerian Kesehatan Malaysia juga meluncurkan langkah-langkah untuk memeriksa gejala seperti demam di semua perbatasan internasional.



Jika Anda merasa bahwa Artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya ke keluarga, sahabat,
teman, pacar atau bisa juga kalian share ke Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest & LinkedIn.

Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik halaman berita ini. Komentar yang berisi SPAM!
tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh team kami. (berkomentarlah dengan baik dan sopan)

Seluruh isi konten adalah sepenuhnya hak milik Mediatizen, jika mengambil isi konten dari
Mediatizen, harap mencantumkan sumber konten website Mediatizen. Seluruh isi konten
Mediatizen, mengandung hak cipta yang diterbitkan oleh para penulis (kontributor) Mediatizen.com.

loading...



Apa Reaksimu?

{{ postReactions[reaction] }}
{{ reaction }}
Author
Kesucian adalah pola hidupku sehari-hari.....
Cara Menjaga Bra Agar Tahan Lama
Tips Cara Menjaga Bra
Ditanam di Kebun Thanos Avenger: Endgame, Ini 3 Buah Langka yang Belum Kamu Tahu
ternyata ada beberapa jenis buah-buahan yang langka dan tidak semua negara mengenalnya.
Makan Alpukat Hari Ini, Sehat dan Bugar Hingga Masa Nanti
Alpukat adalah satu-satunya buah yang mengandung lemak tak jenuh tunggal yang sehat bagi jantung
Jangan Panik, Atasi Mood yang Berantakan dengan Cara Ini
Ketika sedang mengalami mood yang berantakan, kamu mungkin akan merasa benar-benar di luar kendali, resah, bahkan hipersensitif terhadap banyak hal. Tentu hal itu sangat tidak nyaman bukan? Mood yang berubah-ubah ini akan membuatmu lebih cepat marah, lelah, depresi, dan susah tidur. Perubahan mood atau suasana hati yang sering dialami para wanita ini biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dan efek hormon reproduksi. Lalu apa saja yang bisa kamu lakukan jika kedatangan mood yang berantakan?
atau untuk menulis komentar

BERITA ACAK
Terima Kasih Telah Pulang - Kata Puisi [Love Story Indonesia]
Ingin rasanya menunggui mu pulang, berharap jumantara kalah senjanya. Lalu secar...
Berinvestasi dalam Ekonomi yang Berkembang - Solusi yang Mungkin Untuk Krisis Keuangan Global
Berinvestasi dalam Ekonomi yang Berkembang...
Masih Hobi Ngeluh? Berubah Yuk!
Berubah demi masa depan...
Terjebak Banjir-Longsor, Wisatawan Nggak Bisa Pulang
Terjebak Banjir-Longsor, Wisatawan Geopark...
ARSIP