IKUTAN DAPETIN GIVEAWAY
GRATIS DI MEDIATIZEN.COM

MAU DONG!

Jan 15, 2020 - 22:16
pb1
post image

Menulis Diari Jadi Pengingat Betapa Hidup Ini Sangat Berarti

Oleh: S - Tangerang


Permasalahan tahun lalu yang datang bertubi-tubi membuat saya teringat masa saat berusia kanak-kanak. Peristiwa berpindah-pindah rumah dan sekolah untuk mengikuti keinginan orangtua. Ada sebagian orang yang tahu bahwa saya pernah bersekolah di 3 SDN yang berbeda dan dua kali mengalami kejadian buruk yang tidak mungkin terlupakan.

Dicakar di bagian wajah dan ditendang menggunakan sebuah kursi oleh seorang murid perempuan hingga akhirnya melukai kaki kanan saya. Rupanya saya tidak pernah menceritakannya kepada ibu karena memang saat itu sangat pendiam. Pantaslah ketika belum lama saya tanya apakah ingat kalau anaknya ini pernah ditendang saat masih SD, ibu justru penasaran, “Di sekolah yang mana? Kayaknya ibu nggak pernah tahu."

Ibu pun melanjutkan kata-katanya, “Kalau saja ibu tahu, pada saat itu ibu akan ke sekolah mencari murid yang menendang kamu dengan sebuah kursi.” Saya hanya tersenyum setelah melihat ekspresi dan mencermati kalimat yang seakan memiliki banyaknya kekuatan untuk melindungi saya yakni seorang anak yang dulu sering menulis di diari tentang ibu yang lebih banyak menceritakan bahwa ibunya egois dan pilih kasih.

Seketika saya menjadi merasa bersalah, sayangnya buku diari tak pernah ingkar kepada penulisnya, ia berupa catatan masa lalu yang kelak dibaca di masa mendatang, termasuk hari ini, pada awal tahun 2020.


Semangat Menulis Diari


Saya menyadari betapa dulu begitu rajinnya menuliskan kehidupan sehari-hari. Tentang keinginan menjadi seperti sebuah tokoh dalam cerita kartun, sedihnya ditinggal ibu dan adik yang pergi mudik untuk menghadiri suatu acara kemudian menjadi senang saat ditinggalkan sejumlah uang. Ada juga sekelebat ingatan ketika menahan tangis menuliskan betapa teman-teman saya sudah berubah ketika sudah jarang bertemu. Barangkali bukan mereka yang berubah, tapi justru pola pikir saya yang belum beranjak dewasa.

Bertahun-tahun saya menulis diari, namun aktivitas itu terhenti ketika saya pernah dipandang buruk oleh orang terdekat. Sakit, begitu sakit hingga saya mengubur semangat kemudian tak pernah menulis lagi karena mempercayai apa yang ia katakan.

Ketika membaca sebuah buku panduan menulis yang baru saja saya beli, ada sebuah halaman di mana salah satu penulisnya bercerita bahwa salah satu manfaat menulis diari dapat menambah rasa syukur setelah membaca ulang cerita-cerita yang pernah kita alami. Benar saja, saya pun jadi tertawa tiada henti namun seketika menjadi sedih saat mendapati lembar kisah yang pernah begitu menyayat hati.

“Saya berharga dan memang pernah begitu terluka. Tapi karena Tuhan begitu sayang dengan makhluk ciptaan-Nya, saya harus bangkit."


Pribadi yang Baru


Saya hanyut dalam kesedihan sejak tahun 2015 hingga akhir tahun 2019. Kemudian awal tahun 2020 memutuskan untuk fokus menulis lagi. Rasanya saya seperti terlahir kembali menjadi pribadi yang baru dengan harapan baru.

Saya ingin menulis diari lagi sebagai proses penyembuhan diri sendiri. Menceritakan keseharian agar senantiasa sadar bahwa hidup saya juga sangat berarti dan dapat mengenang perjuangan apa saja yang sudah dilakukan.

Menuliskan cerita ini seperti sedang berbicara kepada diri saya yang dulu. Di sebuah kamar sedang memegang pena juga begitu lancarnya menguntai kalimat di berbagai lembar buku diari bergambar Hello Kitty. Terlihat begitu asyiknya menulis. Ke mana saya yang dulu? Ingin seperti yang dulu yang begitu menerima keadaan dengan lapang dada lalu menuliskannya.

Mungkin banyak di antara kawan-kawan yang mempunyai keinginan untuk hidup sehat, mandiri, dll. Saya pun berpikir seperti itu di tahun sebelum 2020, tapi tahun ini begitu spesial. Saya ingin menulis di buku diary lagi!


Setiap Orang Memiliki Cerita


Saya selalu percaya bahwa setiap orang memiliki cerita hidup masing-masing. Tapi tidak semua cerita bisa didengar atau dibaca dengan mudahnya, maka saya menuliskan cerita diri sendiri hingga suatu hari nanti ketika sedang merasa terpuruk dapat membaca kembali lembar demi lembarnya untuk sekadar sebagai pelipur lara atau penyemangat jiwa.

Dalam buku diari, saya menemukan bahwa saya pernah menjadi seseorang yang begitu bahagia memiliki kedua orangtua, kakak serta adik yang perhatian serta beragam teman. Saya kagum ketika hari ini masih ada yang menulis di buku diari atau jurnal harian yang tak terpublikasi. Saya pun kagum ketika membaca begitu banyak bertebaran jurnal harian atau tulisan sejenisnya milik orang lain yang terpublikasi di era digital ini. Keren dan hebat orang-orang yang membagikan buah pikirannya menjadi sebuah tulisan yang memiliki nilai pembelajaran kehidupan.

Pada akhirnya saya sadar, hanya perlu menjadi diri saya sendiri tanpa berniat mengubah diri menjadi seperti yang orang lain inginkan. Saya tidak ingin menyesal untuk kesekian kalinya.




Jika Anda merasa bahwa Artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya ke keluarga, sahabat,
teman, pacar atau bisa juga kalian share ke Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest & LinkedIn
.

Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik halaman berita ini. Komentar yang berisi SPAM!
tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh team kami. (berkomentarlah dengan baik dan sopan)

Seluruh isi konten adalah sepenuhnya hak milik Mediatizen, jika mengambil isi konten dari
Mediatizen, harap mencantumkan sumber konten website Mediatizen. Seluruh isi konten
Mediatizen, mengandung hak cipta yang diterbitkan oleh para penulis (kontributor) Mediatizen.com.

loading...


Apa Reaksimu?

{{ postReactions[reaction] }}
{{ reaction }}
Author
Pluto Penulis Terverifikasi
Berencana Menjadi Vlogger? Iani Dia Tips untuk Memulainya!
Apa kamu sedang tertarik untuk mencoba masuk ke dunia vlogging? Cobalah! Bagikan ketertarikanmu terhadap satu hal dan berkreasilah. Kamu bisa membantu banyak orang dengan konten yang kamu buat itu. Melalui konten yang kamu buat, kamu bisa membagikan pengalaman, ulasan, atau kenangan kepada subscriber-mu. Lalu bagaimana cara memulai semua itu? Berikut adalah tips yang bisa kamu coba sebagai awal yang baru!
Nyatanya Tak Semua Orang Berhak Diberi Kesempatan Kedua
Memberi kesempatan kedua./Copyright shutterstock.com/g/Phuttharak
Gabung Yuk Di Mediatizen
Daftar Kontributor, Daftar Jurnalisme, Daftar Jurnalis, Citizen Journalist, Warga Netizen, Warga Citizen Mediatizen.com
Tips Jitu Jadikan Rumah Mungil Jadi Lebih Nyaman untuk Keluarga
Demi memiliki rumah pribadi, Netizen bisa memilih tipe hunian yang tidak terlalu besar dan relatif lebih murah.
avatar
Nadia
[Author - Netizen]
kayak aq hobi nulis, smua q tumpahkan kedalam diari heeeeeeeee
avatar
Ramdani
[Author - Netizen]
Bener banget menjadi memori bagi khidupan trsendiri.
atau untuk menulis komentar

BERITA ACAK
Film Milea Suara Dari Dilan Bikin Baper Buat Kaum Milenial
Kisah Milea Suara Dari Dilan Bikin Baper...
5 Strategi Teratas Agar Ekonomi Anda Bergerak!
5 Strategi Ekonomi...
Begini Cara Upgrade Windows 7 ke Windows 10 secara Gratis
Cara Upgrade Windows 10...
Sang Aktor Telah Berpulang ke Rahmatullah - Selamat Jalan Ashraf Sinclair
Ashraf Sinclair Meninggal Dunia...
ARSIP