IKUTAN DAPETIN GIVEAWAY
GRATIS DI MEDIATIZEN.COM

MAU DONG!

Jan 20, 2020 - 18:49
pb1
post image

Ketika Kecewa Jadi Teman

“Jangan berekspektasi terlalu tinggi. Kalau tidak terpenuhi, nanti sakit hati.” 

Banyak orang yang mengatakan itu kepadaku sejak dulu. Yang walau sebenarnya tanpa diucapkan secara lantang pun aku mengerti, bahwa ketika ekspektasi masih terus saja kugantung pagi ini, maka kecewa kerap kali jadi teman di akhir hari. Tapi kurasa itu adalah hal yang wajar. Mengapa? Karena lantas kita akan belajar. 

Beberapa tahun belakangan, aku kerap kali tersandung pada ekspektasi. Tepatnya lagi, kugantungkan ekspektasi pada hati yang tak berniat tinggal di akhir hari. Cerita klasik memang, bagaimana cerita jatuh ini berawal dari jatuh cinta. Kemudian mengharapkan apa yang bukan bagiannya. Kemudian ketika tak mendapatkannya, lantas kecewa kembali jadi teman kita. 

Mungkin kalau kecewa bisa bicara, ia akan utarakan kelelahannya. Bagaimana banyak sekali jiwa yang bergantung pada harap, namun alih-alih datang harap, Tuhan utus kecewa untuk datang pada kita. Tuhan katakan pada kecewa untuk temani kita sebentar saja. Mungkin jauh di sana Tuhan berpesan pada kecewa, “Manusiaku satu ini sedang bersedih, temanilah barang sebentar saja.” Begitu seterusnya hingga kecewa pun lupa pada maknanya. 

Tapi mungkin tidak begitu denganku. 

Sejak kecil Bunda dan Ayah kerap ingatkan padaku bahwa tak selamanya hidup akan beri kita bahagia. Tak selamanya harap akan jadi nyata. Tak selamanya dunia berputar untuk kita saja. Ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan bawa kita pada kesedihan, kekecewaan, keraguan, kemarahan, ataupun perasaan-perasaan lainnya yang akan buat kita mengerti bahwa bahagia bukanlah satu-satunya rasa yang ada. 

Ketika berada di titik terendah sekalipun, aku yakin kita akan mengenal diri kita lebih jauh pada akhirnya, hingga lantas mampu berpikir, 

“Oh iya, ternyata kecewa punya makna. Pun sedih juga ingin sampaikan pesannya. Ketika jatuh buatmu sakit, ternyata mereka hanya ingin kita mengerti pelajarannya. Hidup memang jenaka adanya. Kerap buat kita naik setinggi-tingginya, seakan bahagia hanya jadi satu-satunya rasa yang kita kenali keberadaannya. Namun kerap juga buat kita tersandung pada batu di depan sana, lalu tersungkur mengenai banyaknya serpihan kaca yang buat kita lebih terluka.” 

Benar, jangan terlalu banyak gantungkan ekspektasi pada banyak hati, agar kecewa tak lagi jadi teman di akhir hari. Tapi kalaupun sudah terlanjur gantungkan ekspektasi pagi ini, kemudian tersandung dan jatuh setelahnya, setidaknya kita belajar karenanya. Ternyata, jatuh pun mampu menguatkan. Dan berteman dengan kecewa tak sepenuhnya jadi hal yang salah. 

Besok lusa, akan kupeluk kecewa apabila ia datang kembali. Agar aku pun mengerti, kecewa hanya menemani. Dan kelak ia akan menguatkanku lagi.




Jika Anda merasa bahwa Artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya ke keluarga, sahabat,
teman, pacar atau bisa juga kalian share ke Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest & LinkedIn
.

Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik halaman berita ini. Komentar yang berisi SPAM!
tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh team kami. (berkomentarlah dengan baik dan sopan)

Seluruh isi konten adalah sepenuhnya hak milik Mediatizen, jika mengambil isi konten dari
Mediatizen, harap mencantumkan sumber konten website Mediatizen. Seluruh isi konten
Mediatizen, mengandung hak cipta yang diterbitkan oleh para penulis (kontributor) Mediatizen.com.

loading...


Apa Reaksimu?

{{ postReactions[reaction] }}
{{ reaction }}
Author
Zefta Penulis Terverifikasi
Rahasia LDR (Jarak Jauh) Agar Pasangan Kamu Semakin Penasaran Sama Kamu
Rahasi tips tips LDR (Pacaran Jarak Jauh)
Siapa Sangka, 5 Hal ini Bisa Ancam Harmonisnya Hubungan Cintamu
Nggak menutup kemungkinan jalinan cinta bisa mengalami masalah yang terkadang dipicu oleh hal-hal sederhana.
Untukmu yang Beranjak Pergi
Berdasarkan kisah hidupku.
Dua - Antara Aku dan Dian (Cerpen)
Banyak sekali perbedaan di antara kita. Yang membuat tetap bisa bersama adalah karena kau dan aku tidak pernah memikirkan perbedaan itu. Perbedaan bukan masalah. Masalah adalah apa yang kita anggap masalah, kalau tidak kita anggap, maka itu bukan. Quotes yang sangat aku suka dari Jack Sparrow.
atau untuk menulis komentar

BERITA ACAK
Terjebak Banjir-Longsor, Wisatawan Nggak Bisa Pulang
Terjebak Banjir-Longsor, Wisatawan Geopark...
Open Trip, Solusi Traveling ke Destinasi Impian Tanpa Kuras Habis Tabungan
Beda dengan paket tour yang biasa ditawarkan oleh agen travel, cara open trip le...
(Menanti Keajaiban) Rilis Akhir Cerita Alternatif - Film Pendek
Menanti Keajaiban - Film Pendek...
[Bahasa Gaul] 'Julid'? Udah Tau Artinya Belum?
Bahasa gaul julid asal bandung jawa barat....
ARSIP